SPOK

Resume 3

SPOK

KALIMAT

• Kalimat merupakan bentuk bahasa atau wacana yang digunakan sebagai sarana untuk menuangkan dan menyusun gagasan secara terbuka agar dapat dikomunikasikan kepada orang lain (Mustakim, 1994).

UNSUR KALIMAT

a)      SUBJEK

• Bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, sosok (benda), semua hal, atau masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan.

• Subjek biasanya berisi:

– Kata/frasa bendaàMeja direkturbesar.

– KlausaàYang berkumis tipisadalah kekasihku.

– Frasa verbalàMembangun sistem informasiakuntansisangat mahal.

• Dapat pula dikenali dengan cara memakai kata tanya siapa (yang), apa (yang) kepada  PREDIKAT.

• Jika jawaban tidak logis maka tidak ada Subyek

b)      PREDIKAT

• Predikat menyatakan :

– keadaan yang dilakukan oleh S

– Sifat, situasi, status, ciri atau jati diri S

– Jumlah sesuatu yang dimiliki S

• Bagian kalimat menghubungkan antar S dengan O dan K

• Dapat berupa kata/frasa berkelas verba, adjektifa, numeralia (kt. Bilangan), dan nomina (benda)

  • Contoh
  • Ibu sedang tidur siang à melakukan apa ibu?
  • Putrinya cantik jelita àbagaimana putrinya?
  • Kota Tanggulangin dalam acaman lumpur. àBagaimana situasi kota Tanggulangin?
  • Lusi seorang penyanyi à memberi tahu status Lusi

c)      OBJEK

• Bagian kalimat yang melengkapi P.

• Objek pada umumnya diisi oleh nomina, frasa nominal, atau klausa.

– Nomina = buku

– Frasa Nomina = buku sejarah

– Klausa = buku sejarah pertempuran bangsa Melayu

• Letak O selalu di belakang P yang berupa verba transitif, yaitu verba yang memerlukan O

– Contoh:

– Harmanto membuat …

– Sistem analisis merancang …

Membuat, merancang à verba transitif à P yang memerlukan O

• JikaP diisi oleh verba INTRANSITIF maka O tidak diperlukan.

• Sehingga kehadiran O dalam kalimat dikatakan TIDAK WAJIB HADIR.

Contoh:

– Nenek mandi.

– Ayah tidur.

– Tamunya pulang.

–mandi, tidur, pulang à tidak perlu O

• Obyek dapat menjadi Subyek bila dipasifkan

– Harmanto menulis buku ini

– Buku ini ditulis oleh Harmanto

d) PELENGKAP

• Pelengkap atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi P.

• Letak Pelengkap umumnya di belakang P yang berupa verba.

• Seringkali kita dibuat bingung antara Pelengkap dan O.

• Pelengkap tidak dapat menjadi Subyek bila dipasifkan.

• Jika kalimat ada O maka biasanya Pel terletak setelah (di belakang) O.

• Pelengkap dapat pula diisi oleh frasa adjektiva dan frasa preposisional

– Frasa adjektiva = benar sekali, sudah tidak layak

– Frasa preposisional = di, ke, dari sampai, selama, sepanjang

e) KETERANGAN (Ket)

• Bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal tentang bagian kalimat yang lainnya.

• Unsur Ket dapat berfungsi untuk menerangkan S, P, O, dan Pel.

• Dimanakah posisi keterangan itu? Bisa di awal, tengah, dan akhir kalimat.

Macam Keterangan

No Jenis keterangan Posisi / penghubung
1. Tempat Di
Ke
(di) dalam
pada
2. Waktu pada
Se-
Sebelum
sesudah
Selama
sepanjang
3. Alat dengan
4. Tujuan Supaya
Untuk
Bagi
Demi
5. Cara Secara
Dengan cara
Dengan jalan
6. Penyerta Dengan
Bersama
Beserta
7. Similatif Seperti
Bagaikan
Laksana
8. Penyebab Karena
Sebab
9. Kesalingan Satu sama
lain

Sumber : suhandiah.ppt.bahasa indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s